Jawab Tantangan Era Digitalisasi 4.0, MIN 2 Magetan sudah beralih dari PBT (Paper Based Test) ke CBT (Computerized Based Test)

Bagikan Artikel

 

Senin, 09 2020 kemarin MIN 2 Magetan atau MIN Takeran memulai Penilaian Akhir Tahun (PAT) dengan sistem CBT (Computerized Based Test) , turut hadir langsung Bapak Kepala Kantor Kemenag Kab. Magetan, Dr. Muttakin, MM., berkunjung untuk melihat jalannya ujian.  Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Magetan sebagai salah satu madrasah di Kabupaten Magetan yang sedang berupaya menjawab tantangan era digitalisasi 4.0 kurang lebih sudah 2 tahun terakhir menggunakan CBT (Computerized Based Test) dalam melaksanakan Penilaian Akhir Tahun. Sistem ini mulai dikenalkan kepada siswa kelas VI dengan diadakannya sosialisasi bertahap, mulai dari seluruh guru, orangtua siswa dan yang terakhir kepada siswa. Melalui sistem ini ujian yang dulunya menggunakan sistem PBT (Paper Based Test) beralih menggunakan CBT (Computerized Based Test) untuk meminimalisir penggunaan kertas yang pada akhirnya juga mengancam ekologi alam karena kita tahu kertas terbuat dari serat kayu dan ketika kertas sudah tidak terpakai bisa kita bayangkan bagaimana cara Reduce-Reuse-Recycle kertas tersebut yang notabene digunakan semua madrasah di seluruh Indonesia setiap tahunnya, begitu banyak bukan?

Oleh karena itu, di era digitalisasi 4.0 ini madrasah juga berkomitmen untuk terus berbenah yaitu Kemoderenan (al-jadidul ashlah) telah dijangkarkan pada akar jati diri tradisi yang baik (al qodimus sholih). Dengan sistem CBT ini memudahkan para guru dan juga siswa dalam persiapan ujiannya. Ketika ada kesalahan pada soal guru tidak lagi harus prin ulang atau fotocopy ulang, cukup diedit dan disinkronisasi kembali. Selain itu, minat siswa terhadap literiasi berbasis TIK (Teknologi Informasi Komunikasi) juga meningkat.

Sistem ujian berbasis CBT ini dilaksanakan menggunakan sistem semi-online. Soal dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan ke madrasah- madrasah, kemudian ujian siswa diproses oleh server lokal (sekolah) secara offline. Nantinya hasil ujian dikirim kembali ke server pusat secara online (upload). Dan perlu diketahui, ujian berbasis CBT ini tidak hanya pada waktu pelaksanaan PAT, namun juga ketika Tryout dan Ujian Nasional.

Dalam pelaksanaannya tidak mungkin tidak ada kendala atau hambatan, tentu banyak sekali. Sebagai hambatan paling urgent adalah ketersediaan alat dibanding jumlah siswa dan server sebagai penangkap signal secara lokal. Sehingga upaya madrasah untuk meminimalisir hal tersebut adalah dengan pengadaan leptop sejumlah 40 sebagai inventaris madrasah dan sisanya adalah siswa membawa sendiri. Ketika ketersediaan alat utamanya leptop tetap tidak tercukupi dengan jumlah siswa, maka madrasah menerapkan 2 sesi ujian yang terbagi 3 ruang setiap ruang terdiri dari 20 peserta. Alhamdulillah, team CBT dan operator server madrasah cukup mengatasi kendala- kendala yang terjadi selama proses ujian.

MIN 2 Magetan (MIN Takeran) sebagai salah satu madrasah yang turut serta menjawab tantangan era digitalisasi 4.0 berkomitmen untuk selalu berupaya membenahi kualitas madrasah dengan mengedepankan TIK dalam setiap aspek pelayanannya kepada warga madrasah dan masyarakat umum. Sehingga harapannya ke depan berawal dari sistem CBT ini MIN 2 Magetan bisa menjadi Smart School yaitu semua akses layanan dan informasi berbasis IT.

Bagikan Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *